KITAB JUAL BELI
Sabtu, 07 Maret 2020
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 92. Hewan Piaraan yang Merusak Tanaman Orang Lain
عَنْ حَرَامِ بْنِ مُحَيِّصَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
نَاقَةً لِلْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ دَخَلَتْ حَائِطَ رَجُلٍ فَأَفْسَدَتْهُ
عَلَيْهِمْ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَلَى أَهْلِ الْأَمْوَالِ حِفْظَهَا بِالنَّهَارِ وَعَلَى أَهْلِ
الْمَوَاشِي حِفْظَهَا بِاللَّيْلِ
3569.
Dari Muhayyishah: Unta milik Bara' bin Azib memasuki pagar seseorang
dan merusak pagar itu. Rasulullah SAW kemudian memberi keputusan kepada
pemilik pagar untuk menjaganya pada waktu siang, sedangkan kepada
pemilik hewan piaraan untuk menjaganya pada waktu malam. (Shahih)
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَتْ
لَهُ نَاقَةٌ ضَارِيَةٌ فَدَخَلَتْ حَائِطًا فَأَفْسَدَتْ فِيهِ فَكُلِّمَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا فَقَضَى أَنَّ
حِفْظَ الْحَوَائِطِ بِالنَّهَارِ عَلَى أَهْلِهَا وَأَنَّ حِفْظَ
الْمَاشِيَةِ بِاللَّيْلِ عَلَى أَهْلِهَا وَأَنَّ عَلَى أَهْلِ
الْمَاشِيَةِ مَا أَصَابَتْ مَاشِيَتُهُمْ بِاللَّيْلِ
3570. Dari Bara' bin Azib: Ia
mempunyai unta yang ganas, (dan ternyata unta tersebut) memasuki pagar
orang lain serta menimbulkan kerusakan di dalamnya. Rasulullah SAW lalu
diminta untuk memutuskan masalah itu. Rasulullah SAW pun berkata,
"Pemilik pagar wajib menjaganya pada waktu siang sedangkan pemilik hewan
wajib menjaganya pada waktu malam. Dan wajib mengganti kerusakan yang
ditimbulkan oleh hewan mereka pada waktu malam." (Shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 91. Mengganti Barang yang Dirusak dengan Barang yang Bernilai Sama
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عِنْدَ بَعْضِ
نِسَائِهِ فَأَرْسَلَتْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ مَعَ خَادِمِهَا
قَصْعَةً فِيهَا طَعَامٌ قَالَ فَضَرَبَتْ بِيَدِهَا فَكَسَرَتْ
الْقَصْعَةَ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكِسْرَتَيْنِ فَضَمَّ إِحْدَاهُمَا إِلَى الْأُخْرَى
فَجَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ وَيَقُولُ غَارَتْ أُمُّكُمْ زَادَ
ابْنُ الْمُثَنَّى كُلُوا فَأَكَلُوا حَتَّى جَاءَتْ قَصْعَتُهَا الَّتِي
فِي بَيْتِهَا ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى لَفْظِ حَدِيثِ مُسَدَّدٍ قَالَ
كُلُوا وَحَبَسَ الرَّسُولَ وَالْقَصْعَةَ حَتَّى فَرَغُوا فَدَفَعَ
الْقَصْعَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الرَّسُولِ وَحَبَسَ الْمَكْسُورَةَ فِي
بَيْتِهِ
3567.
Dari Anas: Rasulullah SAW sedang bersama salah satu istrinya, lalu
salah satu istrinya yang lain mengirim sebuah mangkok makanan (dengan
menyuruh pelayannya) kepada Rasulullah SAW. Istri Rasulullah SAW (yang
sedang bersamanya) lalu memukul mangkok tersebut hingga pecah (karena
cemburu). Rasulullah SAW kemudian mengambil dua pecahan dan
menggabungkan dua pecahan itu untuk mengumpulkan makanan, lalu berkata, "Ibu kalian telah cemburu."
Dalam salah satu riwayat ada tambahan: "Makanlah! Mereka
(para sahabat) lalu makan sampai datang mangkok yang ada di rumah istri
Rasulullah SAW tersebut. Rasulullah SAW pun berkata, "Makanlah" Serta
menyuruh utusan tersebut untuk (menunggu) mangkoknya. Setelah mereka
selesai makan, Rasulullah SAW memberikan mangkok yang tidak pecah kepada
utusan tersebut dan menahan (menyimpan) mangkok yang pecah. (Shahih: Bukhari)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 90. Menjamin Barang yang Dipinjam
عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعَارَ مِنْهُ
أَدْرَاعًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَقَالَ أَغَصْبٌ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ لَا
بَلْ عَمَقٌ مَضْمُونَةٌ
3562.
Dari Shafwan bin Umayyah: Rasulullah SAW meminjam beberapa perisai
miliknya pada perang Hunain. Dia berkata, "Apakah kamu ingin
mengambilnya dengan cara merampas wahai Muhammad?" Rasulullah menjawab, "Tidak, tetapi dengan hak yang terjamin. " (Shahih) Ash-Shahihah 632
مِنْ آلِ عَبدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا صَفْوَانُ
هَلْ عِنْدَكَ مِنْ سِلَاحٍ قَالَ عَوَرً أَمْ غَصْبًا قَالَ لَا بَلْ
عَوَرً فَأَعَارَهُ مَا بَيْنَ الثَّلَاثِينَ إِلَى الْأَرْبَعِينَ دِرْعًا
وَغَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا
فَلَمَّا هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ جُمِعَتْ دُرُوعُ صَفْوَانَ فَفَقَدَ
مِنْهَا أَدْرَاعًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لِصَفْوَانَ إِنَّا قَدْ فَقَدْنَا مِنْ أَدْرَاعِكَ أَدْرَاعًا
فَهَلْ نَغْرَمُ لَكَ قَالَ لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِأَنَّ فِي قَلْبِي
الْيَوْمَ مَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ أَعَارَهُ قَبْلَ أَنْ يُسْلِمَ ثُمَّ أَسْلَمَ
3563. Dari keluarga Abdullah bin Shafwan: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Shafwan, apakah kamu mempunyai persenjataan?" Shafwan berkata, "(Kamu ingin) meminjam atau merampas?" Rasulullah menjawab, "Aku ingin meminjam.'" Shafwan
kemudian meminjamkan antara tiga puluh sampai empat puluh perisai.
Rasulullah SAW pun berperang (Hunain). Setelah orang-orang musyrik
kalah, perisai-perisai Shafwan dikumpulkan, tetapi ternyata sebagian
perisai hilang. Rasulullah SAW pun berkata kepada Shafwan, "Sungguh, kami kehilangan sebagian perisai, apakah kami harus menggantinya?" Shafwan berkata, "Tidak, wahai Rasulullah, karena hatiku sekarang tidak seperti dulu." (Shahih) sumber sama dengan hadits tadi.
Abu
Daud berkata, "Shafwan meminjami Rasulullah SAW ketika dalam keadaan
belum masuk Islam, tetapi kemudian setelah itu ia masuk Islam."
أَبَا أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ
عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ
لِوَارِثٍ وَلَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِهَا إِلَّا
بِإِذْنِ زَوْجِهَا فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الطَّعَامَ قَالَ
ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا ثُمَّ قَالَ الْعَوَرُ مُؤَدَّاةٌ
وَالْمِنْحَةُ مَرْدُودَةٌ وَالدَّيْنُ مَقْضِيٌّ وَالزَّعِيمُ غَارِمٌ
3565. Dari Abu Umamah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
Allah Maha Mulia dan Maha Agung memberikan hak kepada setiap yang
berhak, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris dan perempuan tidak boleh
menginfakkan sesuatu dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya." Lalu ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga makanan?" Rasulullah menjawab, "Makanan adalah harta kita yang paling utama," Beliau kemudian bersabda, "Pinjaman dikembalikan, pemberian dibalas, utang dibayar, dan seorang penjamin harus memberikan jaminannya. " (Shahih)
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ
لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَتْكَ
رُسُلِي فَأَعْطِهِمْ ثَلَاثِينَ دِرْعًا وَثَلَاثِينَ بَعِيرًا قَالَ
فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعَوَرٌ مَضْمُونَةٌ أَوْ عَوَرٌ مُؤَدَّاةٌ
قَالَ بَلْ مُؤَدَّاةٌ
3566. Dari Ya'la, ia berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku,
"Jika datang utusanku kepadamu, berilah mereka tiga puluh perisai dan
tiga puluh unta." Aku lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, pinjaman yang
dijamin atau pinjaman yang (hanya) dikembalikan (tanpa ada perjanjian
jaminan)?" Rasulullah SAW menjawab, "Pinjaman yang dikembalikan."(shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 89. Ruqba
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لِأَهْلِهَا وَالرُّقْبَى جَائِزَةٌ لِأَهْلِهَا
3558. Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pemberian dengan cara 'umra adalah milik penerimanya, dan pemberian dengan cara ruqba adalah milik penerimanya (pula)." (Shahih)
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعْمَرَ شَيْئًا
فَهُوَ لِمُعْمَرِهِ مَحْيَاهُ وَمَمَاتَهُ وَلَا تُرْقِبُوا فَمَنْ
أَرْقَبَ شَيْئًا فَهُوَ سَبِيلُهُ
3559. Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
memberi dengan cara 'umra, maka pemberian itu menjadi hak orang yang
diberi, baik ketika masih hidup maupun telah meninggal. Janganlah
memberi dengan cara ruqba. Barangsiapa memberi sesuatu dengan cara ruqba
maka pemberian itu adalah menjadi milik (ahli waris yang diberi) " {Hasan Shahih) sanadnya
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ الْعُمْرَى
أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ هُوَ لَكَ مَا عِشْتَ فَإِذَا قَالَ
ذَلِكَ فَهُوَ لَهُ وَلِوَرَثَتِهِ وَالرُّقْبَى هُوَ أَنْ يَقُولَ
الْإِنْسَانُ هُوَ لِلْآخِرِ مِنِّي وَمِنْكَ
3560. Dari Mujahid, ia berkata, "Umra yaitu
seseorang yang berkata kepada orang lain, "Pemberian ini untukmu selama
kamu masih hidup." Apabila dia berkata seperti itu maka pemberian itu
menjadi milik orang yang diberi dan ahli waris (orang yang diberi
tersebut). Ruqba yaitu seseorang berkata, "Pemberian itu untuk orang yang mati paling akhir diantara aku dan kamu." (Shahih) sanadnya Maqthu'
ruqba:
adalah seseorang yang menghibahkan sesuatu kepada orang lain, namun
jika ia meninggal dunia hibah itu kembali kepada yang memberi-ed
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 88. Perkataan Pemberi Umra: "Dan Keturunan Setelahnya"
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ
أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَإِنَّهَا لِلَّذِي يُعْطَاهَا لَا
تَرْجِعُ إِلَى الَّذِي أَعْطَاهَا لِأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ
فِيهِ الْمَوَارِيثُ
3553. Dari Jabir bin Abdullah: Rasulullah SAW bersabda, "
Barangsiapa mendapat pemberian dengan cara 'umra untuk dirinya dan
keturunannya, maka pemberian itu untuk mereka semua dan tidak boleh
kembali kepada orang yang memberi, karena dia telah memberikan sesuatu
yang di dalamnya berlaku hukum waris." (Shahih: An-Nasa'i) 3745
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ إِنَّمَا
الْعُمْرَى الَّتِي أَجَازَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَنْ يَقُولَ هِيَ لَكَ وَلِعَقِبِكَ فَأَمَّا إِذَا قَالَ هِيَ
لَكَ مَا عِشْتَ فَإِنَّهَا تَرْجِعُ إِلَى صَاحِبِهَا
3555. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Pemberian dengan cara 'umra yang
diperbolehkan oleh Rasulullah SAW yaitu (dengan cara) seseorang
berkata, "Pemberian itu untukmu dan keturunanmu." Tetapi apabila orang
tersebut berkata, "Pemberian itu untukmu selama kamu masih hidup," maka
pemberian tersebut dikembalikan kepada pemberinya. (Shahih: Muslim) Al Irwa' (nomor 1612)
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُرْقِبُوا وَلَا
تُعْمِرُوا فَمَنْ أُرْقِبَ شَيْئًا أَوْ أُعْمِرَهُ فَهُوَ لِوَرَثَتِهِ
3556. Dari Jabir: Nabi SAW bersabda, "Jangan
memberi dengan cara ruqba dan 'umra. Barangsiapa memberi sesuatu dengan
cara ruqba atau 'umra, maka pemberian itu milik pewaris (yang diberi)."
(Shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 87. 'Umra
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ
3548. Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda, "(Pemberian dengan cara) umra dibolehkan." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) Abu Hurairah dan Jabir
عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
3549. Dari Samurah, dari Nabi SAW ...seperti hadits tadi. (Shahih) dengan hadits sebelumnya
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ
3550. Dari Jabir: Rasulullah SAW bersabda, "Umra menjadi milik orang yang menerima pemberian itu. " (Shahih: An-Nasa'i) 3750
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُعْمِرَ
عُمْرَى فَهِيَ لَهُ وَلِعَقِبِهِ يَرِثُهَا مَنْ يَرِثُهُ مِنْ عَقِبِهِ
3551. Dari Jabir: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
mendapat pemberian dengan cara 'umra, maka pemberian itu menjadi
miliknya dan keturunan setelahnya. Penerima 'umra akan diwarisi oleh
keturunan orangyang berhak mewarisi. " (Shahih)
umra
: yaitu pemberian sesuatu kepada seseorang dan ia berhak menggunakannya
selama ia masih hidup. ringkasnya hak guna pakai selama hidup (-ed)
Langganan:
Komentar (Atom)