عَنْ جَابِرٍ أَنَّهُ قَالَ أَفَاءَ
اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ خَيْبَرَ فَأَقَرَّهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا كَانُوا وَجَعَلَهَا بَيْنَهُ
وَبَيْنَهُمْ فَبَعَثَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ رَوَاحَةَ فَخَرَصَهَا
عَلَيْهِمْ
3414.
Dari Jabir bahwasanya ia berkata: Allah telah memberikan kepada
Rasul-Nya tanah Khaibar, kemudian Rasul mengakui penduduk Khaibar
seperti apa yang terjadi sebelumnya. Rasulullah membuat perjanjian
dirinya dengan penduduk Khaibar kemudian beliau mengutus Abdullah bin
Rawahah untuk menghitung kurma yang ada. (Shahih) dan juga hadits setelahnya.
جَابِرَ
بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ خَرَصَهَا ابْنُ رَوَاحَةَ أَرْبَعِينَ
أَلْفَ وَسْقٍ وَزَعَمَ أَنَّ الْيَهُودَ لَمَّا خَيَّرَهُمْ ابْنُ
رَوَاحَةَ أَخَذُوا الثَّمَرَ وَعَلَيْهِمْ عِشْرُونَ أَلْفَ وَسْقٍ
3415. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Ibnu Rawahah menghitung kurma Khaibar sebanyak 40.000 wasaq. Orang-orang Yahudi diberi pilihan Ibnu Rawahah mengambil buah kurma, namun sebanyak 20.000 wasaq. (Shahih) sanadnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar