زَيْدًا أَبَا عَيَّاشٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ
سَأَلَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ الْبَيْضَاءِ بِالسُّلْتِ فَقَالَ
لَهُ سَعْدٌ أَيُّهُمَا أَفْضَلُ قَالَ الْبَيْضَاءُ فَنَهَاهُ عَنْ
ذَلِكَ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يُسْأَلُ عَنْ شِرَاءِ التَّمْرِ بِالرُّطَبِ فَقَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَنْقُصُ الرُّطَبُ إِذَا
يَبِسَ قَالُوا نَعَمْ فَنَهَاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ
3359. Dari Zaid Abu Ayyasy bahwasanya ia bertanya kepada Sa'ad bin Abi Waqas tentang gandum Baidha' (gandum putih dan lunak, berasal dari Mesir) dengan gandum Suit (gandum yang lebih kecil dari Baidha dan tidak ada kulitnya). Sa'ad bertanya kepadanya, "Manakah yang lebih baik?" Zaid bin Abi Ayyasy menjawab, "Gandum Baidha'." Lalu
Sa'ad melarang hal itu dan berkata, "Aku pernah mendengar Rasululluh
SAW ditanya tentang membeli kurma kering dengan kurma basah. Kemudian
Rasulullah SAW Bertanya, "Apakah kurma basah berkurang jika menjadi kering?'' Mereka menjawab, "Ya." Setelah itu Rasulullah SAW melarang penjualan kurma basah dengan kurma kering. {Shahih: Ibnu Majah) 2264
سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الرُّطَبِ بِالتَّمْرِ نَسِيئَةً
3360. Dari Sa'ad, dari Nabi SAW ...seperti hadits di atas. (Shahih) akan tetapi tidak ada kata "nasi'ah ", Al Irwa ' (juz 5/200).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar