عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعَارَ مِنْهُ
أَدْرَاعًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَقَالَ أَغَصْبٌ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ لَا
بَلْ عَمَقٌ مَضْمُونَةٌ
3562.
Dari Shafwan bin Umayyah: Rasulullah SAW meminjam beberapa perisai
miliknya pada perang Hunain. Dia berkata, "Apakah kamu ingin
mengambilnya dengan cara merampas wahai Muhammad?" Rasulullah menjawab, "Tidak, tetapi dengan hak yang terjamin. " (Shahih) Ash-Shahihah 632
مِنْ آلِ عَبدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا صَفْوَانُ
هَلْ عِنْدَكَ مِنْ سِلَاحٍ قَالَ عَوَرً أَمْ غَصْبًا قَالَ لَا بَلْ
عَوَرً فَأَعَارَهُ مَا بَيْنَ الثَّلَاثِينَ إِلَى الْأَرْبَعِينَ دِرْعًا
وَغَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا
فَلَمَّا هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ جُمِعَتْ دُرُوعُ صَفْوَانَ فَفَقَدَ
مِنْهَا أَدْرَاعًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لِصَفْوَانَ إِنَّا قَدْ فَقَدْنَا مِنْ أَدْرَاعِكَ أَدْرَاعًا
فَهَلْ نَغْرَمُ لَكَ قَالَ لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِأَنَّ فِي قَلْبِي
الْيَوْمَ مَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ أَعَارَهُ قَبْلَ أَنْ يُسْلِمَ ثُمَّ أَسْلَمَ
3563. Dari keluarga Abdullah bin Shafwan: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Shafwan, apakah kamu mempunyai persenjataan?" Shafwan berkata, "(Kamu ingin) meminjam atau merampas?" Rasulullah menjawab, "Aku ingin meminjam.'" Shafwan
kemudian meminjamkan antara tiga puluh sampai empat puluh perisai.
Rasulullah SAW pun berperang (Hunain). Setelah orang-orang musyrik
kalah, perisai-perisai Shafwan dikumpulkan, tetapi ternyata sebagian
perisai hilang. Rasulullah SAW pun berkata kepada Shafwan, "Sungguh, kami kehilangan sebagian perisai, apakah kami harus menggantinya?" Shafwan berkata, "Tidak, wahai Rasulullah, karena hatiku sekarang tidak seperti dulu." (Shahih) sumber sama dengan hadits tadi.
Abu
Daud berkata, "Shafwan meminjami Rasulullah SAW ketika dalam keadaan
belum masuk Islam, tetapi kemudian setelah itu ia masuk Islam."
أَبَا أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ
عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ
لِوَارِثٍ وَلَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِهَا إِلَّا
بِإِذْنِ زَوْجِهَا فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الطَّعَامَ قَالَ
ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا ثُمَّ قَالَ الْعَوَرُ مُؤَدَّاةٌ
وَالْمِنْحَةُ مَرْدُودَةٌ وَالدَّيْنُ مَقْضِيٌّ وَالزَّعِيمُ غَارِمٌ
3565. Dari Abu Umamah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
Allah Maha Mulia dan Maha Agung memberikan hak kepada setiap yang
berhak, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris dan perempuan tidak boleh
menginfakkan sesuatu dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya." Lalu ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga makanan?" Rasulullah menjawab, "Makanan adalah harta kita yang paling utama," Beliau kemudian bersabda, "Pinjaman dikembalikan, pemberian dibalas, utang dibayar, dan seorang penjamin harus memberikan jaminannya. " (Shahih)
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ
لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَتْكَ
رُسُلِي فَأَعْطِهِمْ ثَلَاثِينَ دِرْعًا وَثَلَاثِينَ بَعِيرًا قَالَ
فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعَوَرٌ مَضْمُونَةٌ أَوْ عَوَرٌ مُؤَدَّاةٌ
قَالَ بَلْ مُؤَدَّاةٌ
3566. Dari Ya'la, ia berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku,
"Jika datang utusanku kepadamu, berilah mereka tiga puluh perisai dan
tiga puluh unta." Aku lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, pinjaman yang
dijamin atau pinjaman yang (hanya) dikembalikan (tanpa ada perjanjian
jaminan)?" Rasulullah SAW menjawab, "Pinjaman yang dikembalikan."(shahih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar