عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُ قَالَ أُصِيبَ
رَجُلٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي
ثِمَارٍ ابْتَاعَهَا فَكَثُرَ دَيْنُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَصَدَّقُوا عَلَيْهِ فَتَصَدَّقَ النَّاسُ
عَلَيْهِ فَلَمْ يَبْلُغْ ذَلِكَ وَفَاءَ دَيْنِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا مَا وَجَدْتُمْ وَلَيْسَ لَكُمْ
إِلَّا ذَلِكَ
3469.
Dari Abu Said Al Khudri, ia berkata: Pada zaman Rasulullah SAW ada
seorang lelaki tertimpa bencana, yang berakibat pada rusaknya
buah-buahan yang telah ia beli, sehingga utangnya menjadi
bertumpuk-tumpuk. Rasulullah SAW lalu bersabda, "Bersedekahlah kepadanya!" Orang-orang
pun bersedekah kepada lelaki tersebut. Akan tetapi, sedekah yang
diberikan orang-orang itu tidak dapat melunasi utangnya, maka Rasulullah
SAW bersabda (kepada orang-orang yang diutangi), "Ambillah sesuatu yang kalian temukan, (karena) tidak ada jalan lain kecuali itu (mengambil sesuatu) tersebut." (Shahih: Muslim)
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنْ بِعْتَ
مِنْ أَخِيكَ تَمْرًا فَأَصَابَتْهَا جَائِحَةٌ فَلَا يَحِلُّ لَكَ أَنْ
تَأْخُذَ مِنْهُ شَيْئًا بِمَ تَأْخُذُ مَالَ أَخِيكَ بِغَيْرِ حَقٍّ
3470. Dari Jabir bin Abdullah: Rasulullah SAW bersabda, "Apabila
kamu menjual kurma kepada saudaramu kemudian kurma itu terkena bencana
maka kamu tidak boleh mengambil sesuatu dari saudaramu itu. Atas dasar
apa kamu mengambil harta saudaramu tanpa kebenaran!" (Shahih: Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar