Sabtu, 07 Maret 2020
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 92. Hewan Piaraan yang Merusak Tanaman Orang Lain
عَنْ حَرَامِ بْنِ مُحَيِّصَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
نَاقَةً لِلْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ دَخَلَتْ حَائِطَ رَجُلٍ فَأَفْسَدَتْهُ
عَلَيْهِمْ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَلَى أَهْلِ الْأَمْوَالِ حِفْظَهَا بِالنَّهَارِ وَعَلَى أَهْلِ
الْمَوَاشِي حِفْظَهَا بِاللَّيْلِ
3569.
Dari Muhayyishah: Unta milik Bara' bin Azib memasuki pagar seseorang
dan merusak pagar itu. Rasulullah SAW kemudian memberi keputusan kepada
pemilik pagar untuk menjaganya pada waktu siang, sedangkan kepada
pemilik hewan piaraan untuk menjaganya pada waktu malam. (Shahih)
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَتْ
لَهُ نَاقَةٌ ضَارِيَةٌ فَدَخَلَتْ حَائِطًا فَأَفْسَدَتْ فِيهِ فَكُلِّمَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا فَقَضَى أَنَّ
حِفْظَ الْحَوَائِطِ بِالنَّهَارِ عَلَى أَهْلِهَا وَأَنَّ حِفْظَ
الْمَاشِيَةِ بِاللَّيْلِ عَلَى أَهْلِهَا وَأَنَّ عَلَى أَهْلِ
الْمَاشِيَةِ مَا أَصَابَتْ مَاشِيَتُهُمْ بِاللَّيْلِ
3570. Dari Bara' bin Azib: Ia
mempunyai unta yang ganas, (dan ternyata unta tersebut) memasuki pagar
orang lain serta menimbulkan kerusakan di dalamnya. Rasulullah SAW lalu
diminta untuk memutuskan masalah itu. Rasulullah SAW pun berkata,
"Pemilik pagar wajib menjaganya pada waktu siang sedangkan pemilik hewan
wajib menjaganya pada waktu malam. Dan wajib mengganti kerusakan yang
ditimbulkan oleh hewan mereka pada waktu malam." (Shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 91. Mengganti Barang yang Dirusak dengan Barang yang Bernilai Sama
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عِنْدَ بَعْضِ
نِسَائِهِ فَأَرْسَلَتْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ مَعَ خَادِمِهَا
قَصْعَةً فِيهَا طَعَامٌ قَالَ فَضَرَبَتْ بِيَدِهَا فَكَسَرَتْ
الْقَصْعَةَ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكِسْرَتَيْنِ فَضَمَّ إِحْدَاهُمَا إِلَى الْأُخْرَى
فَجَعَلَ يَجْمَعُ فِيهَا الطَّعَامَ وَيَقُولُ غَارَتْ أُمُّكُمْ زَادَ
ابْنُ الْمُثَنَّى كُلُوا فَأَكَلُوا حَتَّى جَاءَتْ قَصْعَتُهَا الَّتِي
فِي بَيْتِهَا ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى لَفْظِ حَدِيثِ مُسَدَّدٍ قَالَ
كُلُوا وَحَبَسَ الرَّسُولَ وَالْقَصْعَةَ حَتَّى فَرَغُوا فَدَفَعَ
الْقَصْعَةَ الصَّحِيحَةَ إِلَى الرَّسُولِ وَحَبَسَ الْمَكْسُورَةَ فِي
بَيْتِهِ
3567.
Dari Anas: Rasulullah SAW sedang bersama salah satu istrinya, lalu
salah satu istrinya yang lain mengirim sebuah mangkok makanan (dengan
menyuruh pelayannya) kepada Rasulullah SAW. Istri Rasulullah SAW (yang
sedang bersamanya) lalu memukul mangkok tersebut hingga pecah (karena
cemburu). Rasulullah SAW kemudian mengambil dua pecahan dan
menggabungkan dua pecahan itu untuk mengumpulkan makanan, lalu berkata, "Ibu kalian telah cemburu."
Dalam salah satu riwayat ada tambahan: "Makanlah! Mereka
(para sahabat) lalu makan sampai datang mangkok yang ada di rumah istri
Rasulullah SAW tersebut. Rasulullah SAW pun berkata, "Makanlah" Serta
menyuruh utusan tersebut untuk (menunggu) mangkoknya. Setelah mereka
selesai makan, Rasulullah SAW memberikan mangkok yang tidak pecah kepada
utusan tersebut dan menahan (menyimpan) mangkok yang pecah. (Shahih: Bukhari)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 90. Menjamin Barang yang Dipinjam
عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعَارَ مِنْهُ
أَدْرَاعًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَقَالَ أَغَصْبٌ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ لَا
بَلْ عَمَقٌ مَضْمُونَةٌ
3562.
Dari Shafwan bin Umayyah: Rasulullah SAW meminjam beberapa perisai
miliknya pada perang Hunain. Dia berkata, "Apakah kamu ingin
mengambilnya dengan cara merampas wahai Muhammad?" Rasulullah menjawab, "Tidak, tetapi dengan hak yang terjamin. " (Shahih) Ash-Shahihah 632
مِنْ آلِ عَبدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا صَفْوَانُ
هَلْ عِنْدَكَ مِنْ سِلَاحٍ قَالَ عَوَرً أَمْ غَصْبًا قَالَ لَا بَلْ
عَوَرً فَأَعَارَهُ مَا بَيْنَ الثَّلَاثِينَ إِلَى الْأَرْبَعِينَ دِرْعًا
وَغَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا
فَلَمَّا هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ جُمِعَتْ دُرُوعُ صَفْوَانَ فَفَقَدَ
مِنْهَا أَدْرَاعًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لِصَفْوَانَ إِنَّا قَدْ فَقَدْنَا مِنْ أَدْرَاعِكَ أَدْرَاعًا
فَهَلْ نَغْرَمُ لَكَ قَالَ لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِأَنَّ فِي قَلْبِي
الْيَوْمَ مَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ
قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ أَعَارَهُ قَبْلَ أَنْ يُسْلِمَ ثُمَّ أَسْلَمَ
3563. Dari keluarga Abdullah bin Shafwan: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Shafwan, apakah kamu mempunyai persenjataan?" Shafwan berkata, "(Kamu ingin) meminjam atau merampas?" Rasulullah menjawab, "Aku ingin meminjam.'" Shafwan
kemudian meminjamkan antara tiga puluh sampai empat puluh perisai.
Rasulullah SAW pun berperang (Hunain). Setelah orang-orang musyrik
kalah, perisai-perisai Shafwan dikumpulkan, tetapi ternyata sebagian
perisai hilang. Rasulullah SAW pun berkata kepada Shafwan, "Sungguh, kami kehilangan sebagian perisai, apakah kami harus menggantinya?" Shafwan berkata, "Tidak, wahai Rasulullah, karena hatiku sekarang tidak seperti dulu." (Shahih) sumber sama dengan hadits tadi.
Abu
Daud berkata, "Shafwan meminjami Rasulullah SAW ketika dalam keadaan
belum masuk Islam, tetapi kemudian setelah itu ia masuk Islam."
أَبَا أُمَامَةَ قَالَ سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ
عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ
لِوَارِثٍ وَلَا تُنْفِقُ الْمَرْأَةُ شَيْئًا مِنْ بَيْتِهَا إِلَّا
بِإِذْنِ زَوْجِهَا فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الطَّعَامَ قَالَ
ذَاكَ أَفْضَلُ أَمْوَالِنَا ثُمَّ قَالَ الْعَوَرُ مُؤَدَّاةٌ
وَالْمِنْحَةُ مَرْدُودَةٌ وَالدَّيْنُ مَقْضِيٌّ وَالزَّعِيمُ غَارِمٌ
3565. Dari Abu Umamah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
Allah Maha Mulia dan Maha Agung memberikan hak kepada setiap yang
berhak, maka tidak ada wasiat untuk ahli waris dan perempuan tidak boleh
menginfakkan sesuatu dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya." Lalu ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga makanan?" Rasulullah menjawab, "Makanan adalah harta kita yang paling utama," Beliau kemudian bersabda, "Pinjaman dikembalikan, pemberian dibalas, utang dibayar, dan seorang penjamin harus memberikan jaminannya. " (Shahih)
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَعْلَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ
لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَتْكَ
رُسُلِي فَأَعْطِهِمْ ثَلَاثِينَ دِرْعًا وَثَلَاثِينَ بَعِيرًا قَالَ
فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعَوَرٌ مَضْمُونَةٌ أَوْ عَوَرٌ مُؤَدَّاةٌ
قَالَ بَلْ مُؤَدَّاةٌ
3566. Dari Ya'la, ia berkata: Rasulullah SAW berkata kepadaku,
"Jika datang utusanku kepadamu, berilah mereka tiga puluh perisai dan
tiga puluh unta." Aku lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, pinjaman yang
dijamin atau pinjaman yang (hanya) dikembalikan (tanpa ada perjanjian
jaminan)?" Rasulullah SAW menjawab, "Pinjaman yang dikembalikan."(shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 89. Ruqba
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لِأَهْلِهَا وَالرُّقْبَى جَائِزَةٌ لِأَهْلِهَا
3558. Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pemberian dengan cara 'umra adalah milik penerimanya, dan pemberian dengan cara ruqba adalah milik penerimanya (pula)." (Shahih)
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعْمَرَ شَيْئًا
فَهُوَ لِمُعْمَرِهِ مَحْيَاهُ وَمَمَاتَهُ وَلَا تُرْقِبُوا فَمَنْ
أَرْقَبَ شَيْئًا فَهُوَ سَبِيلُهُ
3559. Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
memberi dengan cara 'umra, maka pemberian itu menjadi hak orang yang
diberi, baik ketika masih hidup maupun telah meninggal. Janganlah
memberi dengan cara ruqba. Barangsiapa memberi sesuatu dengan cara ruqba
maka pemberian itu adalah menjadi milik (ahli waris yang diberi) " {Hasan Shahih) sanadnya
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ الْعُمْرَى
أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ هُوَ لَكَ مَا عِشْتَ فَإِذَا قَالَ
ذَلِكَ فَهُوَ لَهُ وَلِوَرَثَتِهِ وَالرُّقْبَى هُوَ أَنْ يَقُولَ
الْإِنْسَانُ هُوَ لِلْآخِرِ مِنِّي وَمِنْكَ
3560. Dari Mujahid, ia berkata, "Umra yaitu
seseorang yang berkata kepada orang lain, "Pemberian ini untukmu selama
kamu masih hidup." Apabila dia berkata seperti itu maka pemberian itu
menjadi milik orang yang diberi dan ahli waris (orang yang diberi
tersebut). Ruqba yaitu seseorang berkata, "Pemberian itu untuk orang yang mati paling akhir diantara aku dan kamu." (Shahih) sanadnya Maqthu'
ruqba:
adalah seseorang yang menghibahkan sesuatu kepada orang lain, namun
jika ia meninggal dunia hibah itu kembali kepada yang memberi-ed
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 88. Perkataan Pemberi Umra: "Dan Keturunan Setelahnya"
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ
أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَإِنَّهَا لِلَّذِي يُعْطَاهَا لَا
تَرْجِعُ إِلَى الَّذِي أَعْطَاهَا لِأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ
فِيهِ الْمَوَارِيثُ
3553. Dari Jabir bin Abdullah: Rasulullah SAW bersabda, "
Barangsiapa mendapat pemberian dengan cara 'umra untuk dirinya dan
keturunannya, maka pemberian itu untuk mereka semua dan tidak boleh
kembali kepada orang yang memberi, karena dia telah memberikan sesuatu
yang di dalamnya berlaku hukum waris." (Shahih: An-Nasa'i) 3745
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ إِنَّمَا
الْعُمْرَى الَّتِي أَجَازَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَنْ يَقُولَ هِيَ لَكَ وَلِعَقِبِكَ فَأَمَّا إِذَا قَالَ هِيَ
لَكَ مَا عِشْتَ فَإِنَّهَا تَرْجِعُ إِلَى صَاحِبِهَا
3555. Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Pemberian dengan cara 'umra yang
diperbolehkan oleh Rasulullah SAW yaitu (dengan cara) seseorang
berkata, "Pemberian itu untukmu dan keturunanmu." Tetapi apabila orang
tersebut berkata, "Pemberian itu untukmu selama kamu masih hidup," maka
pemberian tersebut dikembalikan kepada pemberinya. (Shahih: Muslim) Al Irwa' (nomor 1612)
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُرْقِبُوا وَلَا
تُعْمِرُوا فَمَنْ أُرْقِبَ شَيْئًا أَوْ أُعْمِرَهُ فَهُوَ لِوَرَثَتِهِ
3556. Dari Jabir: Nabi SAW bersabda, "Jangan
memberi dengan cara ruqba dan 'umra. Barangsiapa memberi sesuatu dengan
cara ruqba atau 'umra, maka pemberian itu milik pewaris (yang diberi)."
(Shahih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 87. 'Umra
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ
3548. Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda, "(Pemberian dengan cara) umra dibolehkan." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) Abu Hurairah dan Jabir
عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
3549. Dari Samurah, dari Nabi SAW ...seperti hadits tadi. (Shahih) dengan hadits sebelumnya
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الْعُمْرَى لِمَنْ وُهِبَتْ لَهُ
3550. Dari Jabir: Rasulullah SAW bersabda, "Umra menjadi milik orang yang menerima pemberian itu. " (Shahih: An-Nasa'i) 3750
عَنْ جَابِرٍ أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُعْمِرَ
عُمْرَى فَهِيَ لَهُ وَلِعَقِبِهِ يَرِثُهَا مَنْ يَرِثُهُ مِنْ عَقِبِهِ
3551. Dari Jabir: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
mendapat pemberian dengan cara 'umra, maka pemberian itu menjadi
miliknya dan keturunan setelahnya. Penerima 'umra akan diwarisi oleh
keturunan orangyang berhak mewarisi. " (Shahih)
umra
: yaitu pemberian sesuatu kepada seseorang dan ia berhak menggunakannya
selama ia masih hidup. ringkasnya hak guna pakai selama hidup (-ed)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 86. Pemberian Istri tanpa Izin Suami
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجُوزُ
لِامْرَأَةٍ أَمْرٌ فِي مَالِهَا إِذَا مَلَكَ زَوْجُهَا عِصْمَتَهَا
3546. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash: Rasulullah SAW bersabda, "Istri tidak boleh menggunakan hartanya (sekehendaknya) jika akad nikahnya (masih) dimiliki oleh suaminya" {Hasan Shahih)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجُوزُ لِامْرَأَةٍ عَطِيَّةٌ إِلَّا بِإِذْنِ زَوْجِهَا
3547. Dari Abdullah bin Amru: Rasulullah SAW bersabda, "Istri tidak boleh memberi (sesuatu) tanpa izin dari suaminya. " (Hasan Shahih) lihat hadits sebelumnya.
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 85. Orang yang Melebihkan Pemberian pada Salah Satu Anaknya
عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ أَنْحَلَنِي
أَبِي نُحْلًا قَالَ إِسْمَعِيلُ بْنُ سَالِمٍ مِنْ بَيْنِ الْقَوْمِ
نِحْلَةً غُلَامًا لَهُ قَالَ فَقَالَتْ لَهُ أُمِّي عَمْرَةُ بِنْتُ
رَوَاحَةَ ائْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَأَشْهِدْهُ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَأَشْهَدَهُ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لَهُ إِنِّي نَحَلْتُ ابْنِي
النُّعْمَانَ نُحْلًا وَإِنَّ عَمْرَةَ سَأَلَتْنِي أَنْ أُشْهِدَكَ عَلَى
ذَلِكَ قَالَ فَقَالَ أَلَكَ وَلَدٌ سِوَاهُ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ
فَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ مَا أَعْطَيْتَ النُّعْمَانَ قَالَ لَا
قَالَ فَقَالَ بَعْضُ هَؤُلَاءِ الْمُحَدِّثِينَ هَذَا جَوْرٌ وَقَالَ
بَعْضُهُمْ هَذَا تَلْجِئَةٌ فَأَشْهِدْ عَلَى هَذَا غَيْرِي قَالَ
مُغِيرَةُ فِي حَدِيثِهِ أَلَيْسَ يَسُرُّكَ أَنْ يَكُونُوا لَكَ فِي
الْبِرِّ وَاللُّطْفِ سَوَاءٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَشْهِدْ عَلَى هَذَا
غَيْرِي وَذَكَرَ مُجَالِدٌ فِي حَدِيثِهِ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْكَ مِنْ
الْحَقِّ أَنْ تَعْدِلَ بَيْنَهُمْ كَمَا أَنَّ لَكَ عَلَيْهِمْ مِنْ
الْحَقِّ أَنْ يَبَرُّوكَ قَالَ أَبُو دَاوُد فِي حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ
قَالَ بَعْضُهُمْ أَكُلَّ بَنِيكَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ وَلَدِكَ وَقَالَ
ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ فِيهِ أَلَكَ بَنُونَ سِوَاهُ
وَقَالَ أَبُو الضُّحَى عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ أَلَكَ وَلَدٌ
غَيْرُهُ
3542.
Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata: Aku diberi budak lelaki oleh
ayahku. Ibuku (Amrah binti Rawahah) lalu berkata kepada ayahku,
"Datangilah Rasulullah SAW dan mintalah persaksian darinya." Ayahku pun
lalu mendatangi Rasulullah SAW dan meminta agar pemberian budaknya
kepada anaknya tersebut disaksikan oleh beliau SAW. Ia berkata, "Aku"
telah memberikan sesuatu kepada anakku, Nu'man namun Amrah lalu
memintakan untuk mempersaksikan pemberian itu kepadamu." Rasulullah SAW
kemudian bersabda, "Apakah kamu mempunyai anak selain Nu'man?" Ayahku berkata, "Ya." Rasulullah berkata, "Apakah anak-anak yang lain juga kamu berikan sesuatu sama seperti yang kamu berikan kepada Nu'man? " Ayahku berkata, "Tidak." Rasulullah lalu berkata, "Ini adalah perbuatan zhalim."
Dalam salah satu redaksi disebutkan: "Ini adalah tindakan yang keliru! Jadi, mintalah persaksian kepada orang lain. "
Redaksi lain menyebutkan, "Apakah kamu tidak senang jika mereka sama-sama mendapatkan kebaikan dan kasih sayang?" Ayahku berkata, "Ya." Rasulullah SAW bersabda, "Mintalah
persaksian kepada orang lain selain diriku! Sesungguhnya mereka
(anak-anak) mempunyai hak keadilan darimu, sebagaimana mereka mempunyai
kewajiban berbakti kepadamu. "
Dalam salah satu riwayat terdapat redaksi: "Apakah semua anak-anakmu (diberikan)? "
Sebagian riwayat mengatakan, "Anak lelakimu? "
Dalam redaksi lain dikatakan "Apakah kamu mempunyai anak selain dia? "
Dalam redaksi lainnya: "Apakah kamu mempunyai anak lelaki selain dia?" (Shahih)kecuali tambahan: "Sesungguhnya mereka mempunyai hak..." Ghayah Al Maram (273 dan 274) tanpa ada tambahan.
النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيرٍ قَالَ أَعْطَاهُ
أَبُوهُ غُلَامًا فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْغُلَامُ قَالَ غُلَامِي أَعْطَانِيهِ أَبِي قَالَ
فَكُلَّ إِخْوَتِكَ أَعْطَى كَمَا أَعْطَاكَ قَالَ لَا قَالَ فَارْدُدْهُ
3543. Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata: Aku diberi budak oleh bapakku. Rasulullah SAW lalu bertanya kepadaku, "Siapakah pemilik budak ini?" Nu'man menjawab, "Aku. Ayahku memberikannya kepadaku." Rasul bertanya, "Apakah Ayahmu juga memberikan (budak) kepada semua saudaramu sama seperti yang diberikan kepadamu?" Nu'man menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW lalu bersabda, "Kembalikan budak itu (kepada Ayahmu)." (Shahih) Al lrwa' (6/42)
النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ اعْدِلُوا بَيْنَ أَبْنَائِكُمْ
3544. Dari Nu'man bin Basyir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Berbuatlah adil di antara anak-anakmu. Berbuatlah adil di antara anak-anakmu. (Shahih: Muslim) Ghayah Al Maram (272) secara ringkas
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَتْ
امْرَأَةُ بَشِيرٍ انْحَلْ ابْنِي غُلَامَكَ وَأَشْهِدْ لِي رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ ابْنَةَ فُلَانٍ سَأَلَتْنِي
أَنْ أَنْحَلَ ابْنَهَا غُلَامًا وَقَالَتْ لِي أَشْهِدْ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ إِخْوَةٌ فَقَالَ نَعَمْ
قَالَ فَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ مَا أَعْطَيْتَهُ قَالَ لَا قَالَ
فَلَيْسَ يَصْلُحُ هَذَا وَإِنِّي لَا أَشْهَدُ إِلَّا عَلَى حَقٍّ
3545.
Dari Jabir, ia berkata: Istri Basyir berkata, "Berikanlah budakmu itu
kepada anakku dan mintalah persaksian dari Rasulullah SAW." Basyir lalu
mendatangi Rasulullah dan berkata, "Anak perempuannya fulan (istrinya)
memintaku agar memberi budak kepada anaknya, dan ia menyuruhku untuk,
meminta persaksian dari engkau." Rasulullah lalu bertanya, "Apakah dia (anakmu) punya saudara?" Basyir menjawab, "Ya." Rasulullah bertanya, "Apakah kamu juga memperlakukan (memberikan budak) kepada saudara-saudaranya?" Basyir menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW pun bersabda, "Tindakan ini tidak pantas, dan aku tidak akan bersaksi kecuali atas kebenaran. " {Shahih: Muslim) Al Irwa' (6/42)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 84. Memberi Hadiah untuk Melancarkan Urusan (Menyogok)
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَفَعَ
لِأَخِيهِ بِشَفَاعَةٍ فَأَهْدَى لَهُ هَدِيَّةً عَلَيْهَا فَقَبِلَهَا
فَقَدْ أَتَى بَابًا عَظِيمًا مِنْ أَبْوَابِ الرِّبَا
3541. Dari Abu Umamah: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa
menolong saudaranya dengan cara memberikan hadiah (untuk melancarkan
tujuannya) dan hadiah itu diterima maka ia telah memasuki pintu besar
riba. " (Hasan) Al Misykah 3757
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 83. Menarik Kembali Hibah
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْعَائِدِ فِي قَيْئِهِ
قَالَ هَمَّامٌ وَقَالَ قَتَادَةُ وَلَا نَعْلَمُ الْقَيْءَ إِلَّا حَرَامًا
3538. Dari Ibnu Abas: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang mengambil kembali hibahnya (diumpamakan) seperti orang yang mengambil kembali muntahannya. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Qatadah berkata, "Kami tidak mengetahui hukum muntah kecuali haram."
عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ
أَنْ يُعْطِيَ عَطِيَّةً أَوْ يَهَبَ هِبَةً فَيَرْجِعَ فِيهَا إِلَّا
الْوَالِدَ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ وَمَثَلُ الَّذِي يُعْطِي الْعَطِيَّةَ
ثُمَّ يَرْجِعُ فِيهَا كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَأْكُلُ فَإِذَا شَبِعَ قَاءَ
ثُمَّ عَادَ فِي قَيْئِهِ
3539. Dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas: Nabi SAW bersabda,
"Tidak boleh (haram) seseorang memberikan pemberian atau memberikan
hadiah kemudian ia menarik kembali hadiah pemberian itu, kecuali orang
tua yang meminta kembali pemberiannya (yang telah diberikan) kepada
anaknya. Perumpamaan orang yang memberikan pemberian kemudian menariknya
kembali adalah seperti anjing yang makan, lalu ketika kenyang ia
muntah, kemudian muntahan tersebut dimakan kembali olehnya. " (Shahih: Ibnu Majah) 2377
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الَّذِي
يَسْتَرِدُّ مَا وَهَبَ كَمَثَلِ الْكَلْبِ يَقِيءُ فَيَأْكُلُ قَيْئَهُ
فَإِذَا اسْتَرَدَّ الْوَاهِبُ فَلْيُوَقَّفْ فَلْيُعَرَّفْ بِمَا
اسْتَرَدَّ ثُمَّ لِيُدْفَعْ إِلَيْهِ مَا وَهَبَ
3540. Dari Abdullah bin Amr: Rasulullah SAW bersabda,
"Perumpamaan orang yang menarik kembali pemberian yang telah ia berikan
(kepada orang lain) adalah seperti anjing yang muntah lalu ia memakan
kembali muntahannya tersebut. Apabila orang yang memberi menarik kembali
(pemberiannya) maka ia hendaknya diingatkan dan ditanya tentang
alasannya menarik kembali pemberiannya. Namun bila alasannya logis maka
pemberian itu dikembalikan kepadanya." {Hasan Shahih'. Ibnu Majah) 2378
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 82. Menerima Hadiah
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا
3536. Dari Aisyah: Rasulullah SAW menerima hadiah dan membalas hadiah. (Hasan Shahih: At-Tirmidzi) 1287
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَايْمُ اللَّهِ لَا
أَقْبَلُ بَعْدَ يَوْمِي هَذَا مِنْ أَحَدٍ هَدِيَّةً إِلَّا أَنْ يَكُونَ
مُهَاجِرًا قُرَشِيًّا أَوْ أَنْصَارِيًّا أَوْ دَوْسِيًّا أَوْ ثَقَفِيًّا
3537. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Demi
Allah, setelah hari ini aku tidak akan menerima hadiah dari seseorang
kecuali dari golongan Muhajirin Quraisy, Anshar, suku Dausi, dan suku
Tsaqafi. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 81. Orang yang Haknya Diambil oleh Orang yang Berada Dibawah Kekuasaannya
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ
هِنْدًا أُمَّ مُعَاوِيَةَ جَاءَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ
وَإِنَّهُ لَا يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَبَنِيَّ فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ
أَنْ آخُذَ مِنْ مَالِهِ شَيْئًا قَالَ خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَبَنِيكِ
بِالْمَعْرُوفِ
3532.
Dari Aisyah: Hindun (ibunya Muawiyah) datang kepada Rasulullah SAW lalu
berkata, "Ayahnya Sufyan (suaminya) adalah lelaki yang kikir, sehingga
ia tidak memberikan (nafkah yang cukup) kepadaku dan anak-anakku. Oleh
karena itu, bolehkah aku mengambil sesuatu dari hartanya?" Rasulullah
SAW bersabda, "Ambillah sesuatu yang mencukupimu dan anak-anakmu secara makruf (baik)." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ
هِنْدٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ مُمْسِكٌ فَهَلْ عَلَيَّ
مِنْ حَرَجٍ أَنْ أُنْفِقَ عَلَى عِيَالِهِ مِنْ مَالِهِ بِغَيْرِ إِذْنِهِ
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَرَجَ
عَلَيْكِ أَنْ تُنْفِقِي بِالْمَعْرُوفِ
3533.
Dari Aisyah, ia berkata: Hindun datang kepada Nabi SAW lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, Abu Sufyan (suaminya) adalah orang kikir, maka
bolehkah aku memberikan nafkah kepada keluarganya (diriku dan
anak-anaknya) dari hartanya tanpa izin darinya?" Rasulullah SAW
bersabda, "Tidak ada dosa bagimu dalam memberikan nafkah (mereka) secara makruf (baik)." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) lihat hadits sebelumnya.
عَنْ
يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ الْمَكِّيِّ قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ لِفُلَانٍ
نَفَقَةَ أَيْتَامٍ كَانَ وَلِيَّهُمْ فَغَالَطُوهُ بِأَلْفِ دِرْهَمٍ
فَأَدَّاهَا إِلَيْهِمْ فَأَدْرَكْتُ لَهُمْ مِنْ مَالِهِمْ مِثْلَيْهَا
قَالَ قُلْتُ أَقْبِضُ الْأَلْفَ الَّذِي ذَهَبُوا بِهِ مِنْكَ قَالَ لَا
حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ
سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَدِّ
الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
3534. Dari Yusuf bin Mahak Al Makki, ia berkata:
Aku pernah menulis pesan tentang nafkah kepada seseorang untuk
anak-anak yatim yang menjadi tanggungannya. Mereka lalu meminta dengan
pura-pura tidak tahu —kepada lelaki tersebut— sebanyak 1000 dirham, maka
lelaki itu pun memberikannya. Tetapi kemudian aku tahu bahwa mereka
mempunyai harta sebanyak dua kali lipat dari (jumlah uang) yang mereka
minta Yusuf bin Mahran berkata: Aku lalu berkata (kepada wali anak-anak
yatim), "Apakah aku ambil kembali 1000 dirham yang telah mereka ambil
darimu?" Wali tersebut menjawab, "Jangan! Ayahku telah meriwayatkan
hadits kepadaku yang mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah SAW
bersabda, 'Laksanakanlah amanat dari orang yang memberi amanat kepadamu
dan janganlah kamu mengkhianati orang yang telah mengkhianatimu'. " {Shahih).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
3535. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Laksanakanlah amanat dari orang yang memberi amanat kepadamu dan janganlah mengkhianati orang yang telah mengkhianatimu. " (Hasan Shahih)
at
02.21
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 79. Orang yang Memakan Harta Anaknya
عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَمَّتِهِ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فِي
حِجْرِي يَتِيمٌ أَفَآكُلُ مِنْ مَالِهِ فَقَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَطْيَبِ مَا أَكَلَ
الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ وَوَلَدُهُ مِنْ كَسْبِهِ
3528.
Dari Umarah bin Umair, dari bibinya: Bibi tersebut pernah bertanya
kepada Aisyah, "Dalam tanggunganku terdapat anak yatim, maka apakah aku
boleh memakan hartanya?" Aisyah berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya
makanan terbaik yang dimakan oleh seseorang adalah makanan yang
dihasilkan dari usahanya sendiri dan hasil usaha anaknya'. " (Shahih: Ibnu Majah) 2137
عَنْ عَائِشَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَلَدُ
الرَّجُلِ مِنْ كَسْبِهِ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِهِ فَكُلُوا مِنْ
أَمْوَالِهِمْ
قَالَ أَبُو دَاوُد حَمَّادُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ زَادَ فِيهِ إِذَا احْتَجْتُمْ وَهُوَ مُنْكَرٌ
3529. Dari Aisyah: Rasulullah SAW bersabda, "Anak seseorang adalah hasil usahanya, termasuk hasil usahanya yang paling baik, maka makanlah dari harta mereka. " (Hasan Shahih: Ibnu Majah) 2292
Dalam riwayat lain ada tambahan: "Jika kalian membutuhkan." Tambahan ini statusnya mungkar.
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ
رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَالًا وَوَلَدًا وَإِنَّ وَالِدِي يَحْتَاجُ
مَالِي قَالَ أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ
أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْ
3530.
Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash: Seorang lelaki datang kepada
Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta dan
anak laki-laki, sedangkan orang tuaku membutuhkan hartaku." Rasulullah SAW pun bersabda, "Kamu
dan hartamu adalah milik orang tuamu. Sesungguhnya anak-anakmu termasuk
hasil usahamu yang paling baik, maka makanlah dari hasil usaha
anak-anakmu. " (Hasan Shahih: Ibnu Majah) 2292
Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 78. Gadai
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَبَنُ الدَّرِّ
يُحْلَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَالظَّهْرُ يُرْكَبُ
بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا وَعَلَى الَّذِي يَرْكَبُ وَيَحْلِبُ
النَّفَقَةُ
3526. Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda, "Susu
hewan diperah sesuai dengan jumlah biaya pemeliharaan yang dikeluarkan,
jika hewan itu digadaikan. Punggung (unta) dijadikan kendaraan sesuai
dengan jumlah biaya pemeliharaan yang dikeluarkan, apabila (unta) itu
digadaikan. Bagi orang yang memerah dan mengendarai (unta tersebut)
wajib memberikan nafkah. " (Shahih: Bukhari)
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ
لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمْ
الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنْ
اللَّهِ تَعَالَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ قَالَ
هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوا بِرُوحِ اللَّهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ
بَيْنَهُمْ وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا فَوَاللَّهِ إِنَّ
وُجُوهَهُمْ لَنُورٌ وَإِنَّهُمْ عَلَى نُورٍ لَا يَخَافُونَ إِذَا خَافَ
النَّاسُ وَلَا يَحْزَنُونَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ وَقَرَأَ هَذِهِ
الْآيَةَ { أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ }
3527. Dari Umar bin Khaththab: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya
ada hamba-hamba Allah yang bukan para nabi dan bukan pula orang yang
mati syahid. Akan tetapi, pada Hari Kiamat mereka diirikan oleh para
nabi dan orang-orang yang mati syahid lantaran posisi mereka di sisi
Allah. " Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, beritahu kami, siapakah mereka?" Rasulullah menjawab, "Mereka
adalah kaum yang saling mencintai karena Allah padahal tidak ada ikatan
sanak saudara di antara mereka dan bukan karena harta benda yang mereka
gunakan. Demi Allah, wajah-wajah mereka adalah cahaya dan mereka berada
di atas cahaya, mereka tidak takut jika orang-orang takut dan tidak
sedih jika orang-orang sedih." Rasulullah SAW lalu membaca ayat: "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Qs. Yuunus [10]: 62) (Shahih) At-Ta'liq Ar-Raghib (4/47-48)
Langganan:
Komentar (Atom)